/> Motivasi Menulis Setiap Hari

Motivasi Menulis Setiap Hari

           

Apakah anda salah satu orang yang ingin menulis dan menerbitkan buku? Akan tetapi tidak tau bagaimana cara memulainya? Jika ia maka tepat sekali resume ini akan membantu kegalauan anda dalam menulis dan menerbitkan buku. Pemateri kali ini adalah Seorang penulis best seller dan trainer motivasi yang dikenal dengan bahasanya yang lugas, jujur ,dan  natural. Kecintaannya dengan menulis ketika duduk dibangku Sekolah Dasar berawal dari sang ayah seorang  guru Sekolah Dasar yang sering membawa buku bacaan untuknya.Tidak diragukan lagi puluhan buku dan ratusan tulisan telah ia torehkan.
Beliau telah bicara kepada banyak orang rata-rata kebanyakan dari mereka ingin sekali menulis dan menerbitkan buku akan tetapi mereka tidak tau bagaimana cara memulainya. Menurut beliau tantangan menerbitkan buku untuk saat ini sangatlah mudah berbeda dengan 20 tahun yang lalu tulisannya ditolak berulang kali sama penerbit itu sudah biasa. Sekarang tantangan terbesar kita BUKAN pada menerbitkan bukunya, melainkan pada MENULIS SETIAP HARInya Jika kita bisa menulis setiap hari, maka kita akan sampai pada titik dimana kualitas tulisan kita akan sangat menarik bagi penerbit. Jika sudah sampai pada titik ini maka kita tidak perlu susah payah mencari penerbit akan tetapi merekalah yang akan datang kepada kita.
Menulis setiap hari itu butuh skil dan trik, bisa menulis setiap hari itu sesuatu yang luar biasa karena tidak semua orang bisa melakukannya termasuk para penulis yang telah menerbitkan buku, kali ini kita jangan terfokus dengan bagaimana cara menerbitkan bukunya, akan tetapi bagaiman konsistensi kita untuk menulis setiap harinya, sekali lagi yang perlu dingat jika anda hanya fokus dengan bagaimana cara menerbitkan bukunya  anda tidak usah bersusah payah anda bisa menggunakan jasa penulis profesional atau dikenal dengan istilah  “ghost writer” untuk menuangkan semua ide anda untuk dijadikan sebuah buku, jika kondisinya seperti ini anda tidak akan bisa bertahan lama , buku yang anda terbitkan paling hanya satu atau dua buku saja , akan tetapi berbeda kondisinya jika anda selalu mengasah kemampuan menulis setiap hari maka akan terbentuk skill menulis anda, dan buku anda bisa diterbikan kapan saja jika anda mau.
Maka dari itu Pak Dadanng memberika dua alasan mengapa kita perlu menulis setiap hari 
1.      WHY
·         Mengapa seorang guru yang hebat dalam berbicara menjelaskan materi dikelasnya akan tetapi ketika menulis jurnal mereka kesulitan? karena mereka tidak melatih motorik tangannya mereka tidak melatih kombinasi antara lisan dan tangannya , disebabkan mereka hanya fokus pada lisannya.
·         Yang kedua, kenapa kita perlu menulis setiap hari? Karena menulis setiap hari itu membantu menjaga keselarasan antara otot-otot tubuh kita, juga jiwa. Jadi, nanti kalau kita sudah terbiasa menulis. Melihat apapun, selalu ingin menerjemahkan apa yang kita lihat itu kedalam bentuk tulisan. dan itu terjadi secara refleks saja, Begitu pula ketika kita merasakan sesuatu.
·         Menulis setiap hari itu merupakan healing remedy.
Jika terbiasa menulis, kita bisa menjadi pribadi yang lebih sehat. Kesimpulannya, mengapa perlu menulis setiap hari adalah, karena seorang penerbit buku sejati, bukanlah orang yang meminta bantuan orang lain untuk menuliskan naskah bukunya, melainkan orang yang memiliki kemampuan untuk menuliskan naskahnya secara mandiri.
Bagimana kemampuan itu diasah? Dengan cara berkomitmen untuk tidak melewatkan 1 hari pun dalam hidup kita TANPA MENULIS, menurut beliau sebaiknya kita menulis 1 hari 1 artikel,  kalau ukurannya jumlah artikel, berarti tidak ditentukan jumlah kata. Dulu jika kita ingin memuat tulisan dikoran yang menjadi patokan adalah jumlah kata, disitulah penulis pemula merasa kesulitan , jadi untuk membiasakan diri kita menulis setiap hari 1 hari 1 artikel tanpa mematokan jumlah katanya.
Artikel itu apa? Sebuah paparan yang memuat buah pikiran penulis sehingga dapat dipahami oleh orang lain. Begitu ukurannya jadi, yang penting dalam 1 hari itu ada karya tulis bapak/ibu yang "KALAU" dibaca orang lain, mereka akan memahaminya
Oya, kenapa beliau pakai kata KALAU?
Karena, belum tentu ada orang yang membaca artikel itu
Ditahap belajar ini, sebaiknya kita tidak terlalu baper soal ada yang baca apa nggak
kenapa? karena kalau orang lain baca juga belum tentu feedbacknya positif , ini bisa menyebabkan penulis pemula berhenti menulis karena pembacanya memberi feedback negatif.Jadi yang terpenting adalah menulis , jika tulisan bapak/ibu sudah memenuhi standar minimal untuk dibaca orang YAKIN DEH bakal dibaca.

2.      WHAT
WHAT makes you write something?
·         Apa sih yang menjadi mendorong Anda untuk menulis?
Pertanyaan ini sederhana. Tapi orang yang tidak menemukan jawaban yang tepat, akan berhenti ditengah jalan Jadi mari kita tanyakan kepada diri sendiri dulu apa yang mendorong kita menulis. dengan kata lain, apa sih tujuan kita menulis?
Contoh. Ada orang yang menulis agar mendapatkan uang?  Beliau mengatakan “Saya menulis untuk mendapatkan uang, karena saya butuh untuk biasa sekolah”.
Apakah beliau berhasil? lebih banyak gagalnya daripada berhasilnya. lebih banyak naskah yang dikembalikan redaksi daripada diterbitkan saat itulah kemudian Pak Dadang  sadar bahwa, menulis karena ingin mendapatkan uang; bukanlah nilai pribadi nya.
·         Kedua, menulis dengan dorongan INGIN BERBAGI PENGETAHUAN. Nah, ini adalah yang paling cocok dengan jiwa seorang pendidik ,maka itu berarti bahwa sumber ide penulisan kita bisa SAAAANGAT banyak
Contoh. Hal apa yang bapak ibu tangkap dengan panca indra sekarang?
Ada bunyi AC? Itu sumber ide, ada suara seseorang yang lewat didepan rumah? itu sumber ide, ada bunyi PRAAAANG! gara-gara panci jatuh? semua sumber ide. Dan ide itu, hanya butuh sentuhan berupa mengolah pikiran yang kemudian menuangkan hasil olah pikir itu kedalam tulisan karena rangsangan itu selalu ada setiap hari, maka sebenarnya kita semua bisa menulis setiap hari



SESI TANYA JAWAB
§  Pertanyaan 1. Selamat siang, Saya Dwi Mulyanti dr SMKN 1 Kademangan Kab. Blitar Pertanyaan saya 1. Berapa lama pengalaman bapak mengasah menulis hingga akhirnya dipercaya oleh penerbit seperti sekarang ini? 2. Sebagai permulaan, Seperti apa strategi dan Tips memilih penerbit yang sesuai dengan buku yang akan kita terbitkan?
ü  Baik Bu Dwi. Saya mulai menulis sejak SD, aktif sekali SMP sampai ikut lomba-lomba. Berarti sudah sekitar 40 tahun menulis. 1. Kapan mulai dipercaya oleh penerbit? Sekitar 10 tahun lalu. Jadi butuh 30 tahun perjalanan terlebih dahulu. Tapi, ada tapinya. Kondisi saya dulu beda dengan sekarang. Dulu, penerbit hanya sedikit. Dan mereka punya bargaining power yang sangat tinggi. Maka mereka sulit ditembus. Sekarang, ada Sangat banyak penerbit. bahkan menerbitkan sendiri pun bisa. Sehingga Bu Dwi tidak butuh waktu selama saya untuk diercaya penerbit. #2. Kalau kita masih pemula, sebaiknya tidak usah menerapkan terlalu banyak kriteria penerbit. Karena kita yang masih pemula butuh mereka kan ya. Strateginya paling gampang adalah; Ibu terus ikut kursus menulis seper…
§  Pertanyaan 2. Saya Syukri dari padang mau tanya sama bang deka, yang pertama,nulis setiap hari kalau dipaksakan mungkin bisa ya bang. Tapi tentang Themanya apakah harus terstruktur atau bagaimana bang. Yang kedua berapa banyak kah kita harus nulis per hatinya? . Yang ketiga untuk masa berapa lama tulisan trsebut kita kumpulkan?. Makasih atas jawabannya bang deka.🙏
ü  Baik Pak Syukri. Betul pak, kalau dipaksa bisa. Tapi, 'paksaan' adalah sebuah proses yang efektif untuk mendisiplinan seorang pembelajar yang belum memiliki 'refleks menulis' sendiri. Saya misalnya, sudah mulai menulis sejak SD. Tapi menulis setiap harinya barus setelah bekerja dibisa HR. Bahkan bagi yang sudah biasa menulispun butuh dipaksa. 1) Mengenai Thema, dalam tahap belajar; TIDAK USAH KHAWATIR SOAL TEMA dan sistematika penulisan. Pokoknya nulis saja. Tidak usah takut salah. toh ini bukan UN kan? Kalau saya bicara dengan penulis yang sudah pro, saya menuntut mereka hasil karya yang pro. Tapi, bagi pembelajar, yang terpenting adalah; kemauan untuk terus praktek menulis. Lalu, bersedia mendengar masukan dari orang lain untuk perbaikannya
2. berapa banyak perhari? Targetkan 1 karya tulis. Sepanjang apa? Berapa kata? Bebas. yang penting, karya tulis itu bisa menampung buah pikiran sehingga pembaca mengerti. Contoh,. jika kita ingin menulis dengan tema "PANTANG MENYERAH" misalnya. Tulisan bapak tidak usah 1000 kata. Cukup 2 atau 3 paragraf saja. Lalu, minta orang lain baca. Jika mereka bisa menerima atau mengerti ide yang ingin bapak sampaikan, berarti tulisan itu sudah menjadi 1 artikel. Nanti, panjang dan bobot tulisannya pelan-pelan ditingkatkan
3. Tidak ada standar berapa lama masa pengumpulan. kecuali jika bapak punya kontrak dengan penerbit. Misalnya disepakati dalam 2 bulan naskah harus selesai. Kalau bapak menulis untuk tujuan lain, maka waktunya bisa beda lagi

§  Pertanyaan 3. Nama saya Heni Ekawati, S.Pd, M. Pd, Asal sy dr Aceh,,sy betugas di SLB. B YPAC BANDA ACEH Sy ingin bertanya pak,,dari mana awalnya sy bercerita yang saya ingin menuliskan tentang kisah Anak Istimewa yaitu Dunia Tanpa Suara....
ü  Itu topik yang keren.
Dari kalimat "DUNIA TANPA SUARA" saja sudah mengundang pertanyaan orang. "Apaan sih maksudnya?"
Saya contohkan ya. Saya akan memulai sebuah tulisan dengan tema itu. nanti bisa ibu lihat bagaimana mengawali tulisannya
Parafraf 1: Hey kamu. Pernahkah kamu membayangkan bagimana seandainya tidak seorang pun bersuara didunia ini. Tentu akan sepi sekali harimu kan? Tapi. bisakah kamu membayangkan seandainya hal itu benar-benar terjadi? Sekarang. Coba pejamkan matamu. Lalu bayangkan. Andai saja tak segencring suara pun tertangkap pendengaranmu.
Sekarang, bisakan Ibu Heni lajutkan?
Silakan bu Heni lanjutkan dengan tulisan sendiri. Dan saya akan melanjutkan dengan tulisan saya
Eh, tapi. menurut kamu. Apakah mungkin telingamu benar-benar tidak bisa mendengat bahkan sekedar bunyi 'ting' pun? Nggak ya. Nggak mungkin kamu nggak dengar bunyi anakku. Tahu kenapa? Karena ketahuilah sayang, bahwa Allah sayang banget sama kamu. Sehingga engkau bisa mendengar berbagai macam suara.
Paragraf 2 tuch.
Bu Heni lanjutkan punyamu ya.
paragraf terakhir saya begini: Nak. Kamu sudah bersyukurkah dengan karunia indah itu? Karena ada loh, di desa sebelah. Seorang gadis yang tidak seberuntung kamu, sayang. Tapi sejak lahir sampai usianya yang menginjak 15 itu, tidak pernah mendengar apapun ditelinganya selain hening semata. Hebbbatnya..., gadis itu tidak pernah mengeluh nak. Tidak pernah pula sekalipun dia bersedih. Pokoknyaaa... a-... aaapa ya. Ehm, ibu...ibu kehabisan kata-kata untuk menjelaskan kemulian dirinya dibalik heningnya dunianya. Jika kamu tidak keberatan, sayang. Bolehkan Ibu mencari tahu lebih banyak tentangnya dan menceritakan kisah indah tentang gadis itu kepada hari Jumat nanti?
Sudah sampai pesannya nggak dengan 3 paragraf itu? Minimal ada 1 gagasan yang sudah sampai kepada pembaca. Dan diujung ceritanya, ada 'komitmen' untuk melanjutkan.
Kesimpulan: orang bilang memulai itu sulit sekali. kalau saya bilang: MULAI SAJA SARI SEBUAH KATA yang terlintas dalam pikiran Ibu. Insya Allah. nanti akan mengalir dengan sendirinya. Dan kalau saya, biasanya sebelum menulis bilang begini: Ya Allah, apa yang saya harus tuliskan hari ini? Bimbing saya ya Allah ya.
§  Pertanyaan 3. Assalamualaikum Pak Dadang.saya baru tahu adanya Gosh writter itu.tapi saya ingin menerbitkan buku itu klo hasil dari tulisan saya sendiri. yang menjadi hambatan saya selalu ga pede ketika ingin mulai menulis, seakan ide itu hilang.bagaimana caranya supaya tetap semangat untuk bisa menulis dan supaya ide itu ga hilang. Eti Haryati dari Bogor
ü  waalaikumsalaam warohmatullah. Bu Eti.
Keren. Ijinkan saya menambahkan bahwa menggunakan jasa "GHOSTWRITER" itu bukan hal yang buruk ya. Tapi itu cocoknya hanya untuk mereka yang hanya ingin menerbitkan buku. kalau kita kan ingin menjadi penulis terampil, maka itu bukan opsi yang tepat buat kita. Mengenai tidak pede. Itulah sebabnya tadi saya sampaikan bahwa dalam proses latihan menulis, kita tidak perlu terikat dengan target berapa jumlah kata. kan di sekolah dulu ada pelajaran mengarang ya. bu gurunya bilang panjang tulisan minimal 1500 kata. Widiiih, bagi pemula mah pusing banget. Jadi nyantai aja. Dan tadi kita bahas juga tentang,  tidak usah baperan dengan respon orang terhadap kualitas tulisan kita. Kita cuek maksudnya? Bukan. Tapi, kita harus menerima diri sendiri sebagai orang yang baru belajar. Jadi, kalau pun tulisan kita 'tidak laku' ya nggak apa-apa. Kan baru belajar. Latih terus aja. Bikin tulisan terus. Kalau belum berani menunjukkan tulisan itu pada orang lain, biarin aja jadi koleksi pribadi kita. Sambil terus memperbaiki tekniknya. Nanti kalau sudah ada tulisan yang 'layak' dicobain ke orang lain, tunjukkan saja. kalau bisa, pilih orang yang tidak akan bersikap negatif. Kesimpulan: Banyak orang tidak pede saat mau menuangkan gagasan lewat tulisan. Saya bilang, hey boleh jadi seseorang sedang menanti buah pikiran mu untuk dibacanya dengan penuh kekaguman. So menulislah.
§  Pertanyaan 4. Maaf Om DK, dalam menulis sebuah buku apakah kita menentukan judul baru menulis artikel2 yg berkaitan dgn judul atau kita menulis artikel2 dulu baru diberi judul utk menjadi sebuah buku? Agus Purwadi, Ponjong
ü  Baik pak Agus. Dulu buku saya yang judulnya "OUTSHINE" diberi judul duluan. Naskahnya ditulis belakangan. Sedangkan buku "KETIKA SEMUT DAN GAJAH BEKERJA" ditulis naskahnya duluan.Jadi, tidak ada keharusan menulis judul dulu atau naskah duluan.
§  Pertanyaan 5. Saya coba menulis di kompasiana namun yang membacanya tidak begitu banyak, Apakah tulisan-tulisan itu bisa di jadikan buku kompilasi ? (Isar Daduki)
ü  Nah, pak Isar. Kalau sebuah tulisan sedikit yang baca, TIDAK BERARTI tulisannya tidak bagus. Bisa saja tempat penayangannya yang kurang tepat. Tulisan-tulisan bapak bisa dibuat kompolasi. Kalau ketemu audiens yang tepat,
§  Pertanyaan 6. Assalamu'alaikum Sangat menarik Om Deka. Bgm menjaga keistiqomahan menulis setiap hari? Sebab bagi sy kdg semangat menulis, kdg luruh semangatnya. Terima kasih.nIsminatun, Sukoharjo
ü  Waalaikumsalaam warohmatullah Bu Isminatun, itulah pentingnya menemukan WHAT MAKES YOU WRITE yang tadi kita bahas. Karena hal itu akan menentukan tingkat istiqomah kita. Tapi jawabat dari WHAT tadi sifat individual.[16:20, Kalau kita menulis karena uang, maka bakal berhenti ketika hasil karyawa kita nggak jadi uang banyak.Tapi kalau kita punya alasan yang lebih tinggi lebih mulia lebih bernilai Insya Allah akan istiqomah Saya, misalnya. Sekarang menulis lebih karena ingin agar Allah mengajari saya sesuatu. lalu yang Allah ajarkan itu saya bagikan kepada orang lain.Dengan itu, maka saya selalu tanya; Ya Allah, hari ini saya bisa belajar apa? Dapat jawabannya dituliskan, lalu dibagikan, Makanya sekarang saya justru lebih tertarik untuk menulis artikel setiap hari kemudian diberikan secara free daripada memikirkan menerbitkan buku.Dengan demikian, maka gagasan saya bisa lebih cepat sampai kepada orang lain Kesimpulan: Temukan, hal apa yang bisa membuat ibu ingin menulis. Atau apa tujuan ibu menulis. Jika sudah ketemu, nanti ibu akan dengan sendirinya menulis secara produktif

BELAJAR MENULIS GELOMBANG 10
Pertemuan ke 5           : Jumat 1 Mei 2020,
Waktu                         : 13.00 – 15.00 WIB
Pemateri                     : Dadang Kadarusman
Topik                          : Motivasi Menulis Setiap Hari dan Menerbitkan Buku
Peresume                    : Rita Wati, S.Kom (ritapinang08@gmail.com)

Posting Komentar

0 Komentar