/> Ketentuan Menulis Penelitian Tindakan Kelas

Ketentuan Menulis Penelitian Tindakan Kelas



Pemateri kali ini adalah seorang guru SMA Negeri 21 Surabaya Propinsi Jawa Timur pengampu mata pelajaran Ekonomi dan Kewirausahaan. Beliau mulai aktif di dunia menulis sejak tahun 2013 dan telah meraih beberapa penghargaan yaitu :
1.    Juara 3 LKTI Majalah Media (PGRI) Tingkat Jawa Timur tahun 2013
2.   Juara Lomba Guru Menginspirasi ( KTI Literasi ) Tingkat Nasional  2018 untuk jenjang SMA / MA / SMK diselenggarakan oleh Penerbit PT. Erlangga Jakarta
Karena tidak memiliki latar belakang pendidikan bahasa akan tetapi tertarik dengan dunia  menulis , bermula dari sekedar menulis tentang kejadian sehari-hari yang dialami , setiap melihat kejadian menarik ia tuangkan dalam tulisan.
 Ada beberapa macam penulis ada penulis serpen,  ada penulis Novel,  ada penulis cerita bersambung ( Cerbung) dan ada penulis ilmiah. Penulis ini dibagi menjadi 2 kategori penulis Fiksi dan non fiksi, sedangkan penulis artikel juga terbagi 2 macam yaitu penulis umum dan penulis buku teks. Jangan pernah malas untuk menulis dan rajin-rajinlah membaca karena penulisan KTI atau artikel dibutuhkan wawasan untuk rajin membaca baik buku cetakan atau e-book.
 Sekarang kita bahas tentang tulisan  untuk penelitian terbagi menjadi 3
1.      Penelitian deskriptif.
2.      Penelitian eksperimen ( penelitian murni)
3.      Penelitian Tindakan Kelas ( PTK)
    Didalam UNSUR  UTAMA Nilai tertinggi jika kita bisa membuat Penelitian Tindakan Kelas ( PTK)  mau tidak mau, suka atau tidak suka kita sebagai guru dituntut untuk membuat PTK.  Unsur Utama selain PTK bisa Karya Tulis Ilmiah, Artikel Ilmiah, atau Best Practise. Dalam penyusunan laporan PTK perlu mengikuti garis besar sistematika yang umum digunakan. Untuk memudahkan menulis laporan, terlebih dahulu harus dikembangkan format atau struktur laporan. Secara garis besar, laporan dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian pembukaan, bagian isi, dan bagian penunjang. Bagian pembukaan terdiri atas halaman judul, halaman pengesahan, dan abstrak. Bagian isi terdiri atas pendahuluan, prosedur, hasil dan pembahasan, simpulan dan rekomendasi atau saran. Bagian penunjang terdiri atas daftar pustaka, lampiran-lampiran yang perlu, dan lampiran instrumen penelitian. Penjelasan rinci, dapat diperhatikan contoh salah satu format laporan PTK berikut ini.


Dalam sesi Tanya jawab kali ini,banyak peserta yang bertanya tentang Penelitian Tindakan Kelas (PTK)  sebagai salah satu persyaratan naik pangkat dapat disimpulan sebagai berikut :
1.       Jangan membuat PTK karena mau naik pangkat,  usahakan 1 tahun Pelajaran minimal 1 PTK,  jadi ketika naik pangkat aman dan tenang karena kita sudah memiliki PTK.
2.      Untuk referensi tahunnya harus 10 tahun ke belakang,  jadi kita cari judul dan pengarang yang sama tapi edisi terbaru.
3.      Antara PTK dan Best Practice tidak sama,  Best Practice pengalamsn terbaik. Untuk lebih jelasnya lihat buku 4 dan buku 5 Pedoman Kenaikan pangkat.
4.      Hasil Penelitian menggambarkan bagaimana hasil penelitian dari siklus 1- 3 disertai data tabel hasil Penelitian. PTK minimal 2 Siklus akan tetapi lebih baik 3 siklus.
5.      Kalau pakai media pembelajaran  maka PTK ada 3 variabel,  dan harus ada lembar pengamatan penggunaan Media.
6.      Idealnya abstrak itu ada bahasa Indonesia dan ada yg bahasa Inggris.  Dengan membuat  PTK kita bisa  mendapat: Jurnal Ilmiah baik cetak atau online, PTK juga harus diseminarkan,  ada berita Acara,  ada undangan , dan jangan lupa ada bukti Surat Keterangan Penyerahan PTK ke Petugas Perpustakaan pasti lolos kenaikan pangkatnya.
7.      Unsur utama kenaikan pangkat tidak harus PTK,  bisa Artikel Ilmiah yg sdh dipublikasikan di Majalah atau Surat Kabar lokal atau Nasional.
8.      Untuk merangkai kata kata dalam PTK perlu banyak membaca dan latihan
9.      PTK menggunakan 2 variabel yakni variabel X dan Y. Apakah perlu pakai metode / model. Kalau metode itu metode Ceramah, diskusi kelompok atau pemberian tugas. Kalau model bisa menggunakan Cooperative Learning, PBL atau PJBL. Cooperative Learning  ada Think Pair Share,  Make a Match dll. Untuk menulis artikel dimajalah atau surat kabar,  dng 500- 1000 kata sdh jadi artikel asal dalam paragraf sudah ada latar belakang. Permasalahan dan paragraf berikutnya solusi 6-9 paragraf,  paragraf ke 10 ada kesimpulan.Terkadang tiap penerbit punya aturan dan kriteria yg berbeda. Menulis selain bisa menjadi hobi atau kebiasaan jika kita bisa mencoba  mengirim ke Surat kabar / majalah bisa mendapat COIN dan POINT.Semakin sering menulis dan dipublikasikan semakin cepat naik pangkat jujur dan bermartabat.  Sekian dulu resume/ kesimpulan workshop belajar menulis hari ini. Jika ada kata-kata atau tulisan yang tidak berkenan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya disini bukan yg paling pintar,  tetapi kita belajar sharing bersama agat bisa menjadi guru yang hebat,  profesional dan berkompeten.. Dan selamat menunaikan ibadah suci Romadhon bagi yg menunaikannya. Wass Rahmi Wilandari .

  bagi bpk/Ibu yang ingin mempelajari PTK bisa mengunjung blog ibu Rahmi https://edukasirahmiwilandari.blogspot.com/2020/05/penerapan-pembelajaran-kooperatif-tipe.html

BELAJAR MENULIS GELOMBANG 10
Pertemuan ke 13         : Rabu 13 Mei 2020,
Waktu                         : 13.00 – 15.00 WIB
Pemateri                      : DRA. RAHMI WILANDARI , M.Pd
Topik                           : Menulis di Media Cetak
Peresume                     : Rita Wati, S.Kom (ritapinang08@gmail.com)


Posting Komentar

1 Komentar