B

erbicara era abad 21 pasti tidak lepas dengan kecanggihan teknologi dalam segala bidang. Baik itu bidang perbankan, perdagangan, pertanian termasuk bidang pendidikan. Pendidikan pada saat ini banyak sekali mengalami perubahan terutama dalam penggunaan teknologi sebagai media pembelajaran.


           

             A. Pengertian Teknologi

         Menurut Wikipedia teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Sedangkan teknologi menurut  Poerbahwadja Harahap, mengacu pada sebuah ilmu pengetahuan yang menyelidiki tentang cara kerja di bidang teknik, mengacu pada sebuah ilmu pengetahuan yang digunakan dalam pabrik ataupun industri tertentu.

           B. Pendidikan Jarak Jauh

     Dari perkembangan teknologi yang begitu pesat di dalam dunia pendidikan maka terbentuklah sistem pendidikan baru yaitu Pendidikan Jarak Jauh atau sering di sebut dengan Distance Education. 

       Mengutip dari situs wikipedia pengertian Pendidikan Jarak Jauh adalah pendidikan formal berbasis lembaga yang peserta didik dan instrukturnya berada di lokasi terpisah sehingga memerlukan sistem telekomunikasi  interaktif untuk menghubungkan keduanya dan berbagai sumber daya yang diperlukan di dalamnya. Pembelajaran elektronik (e-learning) atau pembelajaran daring (online) merupakan bagian dari pendidikan jarak jauh yang secara khusus menggabungkan teknologi elektronika dan teknologi berbasis internet.

       C. Penggunaan Teknologi di Lingkungan Sekolah

Teknologi yang berkembang begitu pesat juga masuk di lingkungan pendidikan. Berbagai media yang menunjang di dalam pendidikan baik itu hardware seperti komputer, printer, proyektor, internet  maupun software media pembelajaran dalam bentuk grafis, video dan lain sebagainya membawa perubahan yang cukup signifikan. Teknologi memiliki peranan penting, guru dan siswa saat ini dituntut agar terbiasa menggunakan teknologi agar pembelajaran menjadi semakin interaktif, menarik dan tidak menjenuhkan.

  Banyak sekali perbedaan antara pembelajaran secara konvensional dan pembelajaran jarak jauh. Terutama dalam penggunaan media pembelajaran. Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah secara tatap muka. Sebagian guru masih banyak yang belum memanfaatkan teknologi secara optimal dalam pembelajaran konvensional karena berbagai macam alasan seperti belum bisa dan belum terbiasa.

Hal ini tentu saja membuat pembelajaran menjadi kurang menarik. Walaupun guru masih bisa mengatasi pembelajaran tanpa menggunakan teknologi dengan menggunakan metode pembelajaran favorit para guru yaitu metode ceramah. Akan tetapi tidak dipungkiri ketika guru tidak menggunakan teknologi sama sekali di dalam pembelajarannya maka kegiatan belajar menjadi hambar ibarat makan tanpa garam.

Begitu juga dengan pengalaman saya ketika mengajar pertama kali di sekolah negeri 10 tahun yang lalu. Padahal sekolah pada saat itu sudah mulai gencar agar para guru terbiasa menggunakan teknologi salah satunya penggunaan LCD proyektor. Hampir 50% kelas  sudah terpasang LCD Proyektor. Akan tetapi sangat disayangkan hingga kini hanya beberapa guru saja yang memanfaatkan fasilitas tersebut.

D. Belajar Dari Rumah (BDR)

Semua menjadi berubah ketika keputusan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR). Secara tidak langsung guru dan siswa dipaksa belajar dengan memanfaatkan teknologi.

Dalam proses belajar-mengajar yang perlu diperhatikan oleh guru adalah metode pembelajaran. Baik itu pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh. Ada berbagai macam metode pembelajaran yang kita kenal  seperti metode ceramah, diskusi, demonstrasi, resitasi, problem based learning, discovery dan lain sebagainya.

Sebagaian metode tersebut dapat berjalan efektif ketika pembelajaran di lakukan secara tatap muka. Untuk pembelajaran jarak jauh di masa pandemi metode yang efektif menurut para ahli adalah metode Project Base learning, metode STEAM, metode Daring, metode Luring, metode Home Visit, metode Integrated Currriculum dan metode Blended Learning


Penggunaan Blog dan Youtube sebagai media pembelajaran

          E. Lima Kriteria Minimal dalam Pemanfaatan Teknologi Terkini

Perlahan-lahan tapi pasti 7 bulan berlalu sehingga guru dan siswa sudah mulai terbiasa dalam menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pengalaman tersebut saya menyimpulkan ada 5 kriteria minimal dalam pemanfaatan teknologi terkini  agar pembelajaran menjadi efektif dan menyenangkan yaitu: 

1. Fasilitas Handphone/Komputer

Tidak di pungkiri teknologi yang banyak digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar adalah HP/Komputer. Di dalam pembelajaran tatap muka fasilitas ini sangat membantu guru dan siswa untuk mengeksplore lebih jauh terhadap materi maupun sumber belajar yang akan diberikan. Terlebih pembelajaran jarak jauh, kedua fasilitas ini adalah syarat mutlak dalam pembelajaran daring agar kegiatan belajar-mengajar dapat terlaksana.

2Internet

Internet menjadi salah satu kebutuhan primer dalam pembelajaran di era 4.0. Berbagai sumber informasi yang terdapat di internet akan menambah wawasan dan pengetahuan baik siswa maupun guru. Selain itu berbagai aplikasi yang hanya bisa dilakukan secara online seperti kuis, youtube, blog dan sebagainya yang hanya bisa dilakukan secara online akan menjadi tidak bermanfaat jika siswa dan guru tidak memiliki paket internet untuk mengaksesnya.

3. Teleconferences

Pembelajaran akan lebih efektif  jika guru dan siswa dapat bertatap muka secara langsung. Jika pembelajaran dilakukan di sekolah sebelum masa pandemi maka guru dan siswa akan bertemu secara langsung tanpa memerlukan fasilitas teleconferences. Akan tetapi jika pembelajaran dilakukan dari rumah masing-masing maka salah satu teknologi terkini yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan guru adalah aplikasi teleconferences seperti Zoom, Webex, Googlemeet dan aplikasi teleconferences lainnya yang sejenis.

4. Media Pembelajaran

Media pembelajaran yang tidak kalah penting selain hardware adalah software. Banyak sekali aplikasi yang mendukung pembelajaran saat ini, seperti: Sway, Blog, kahoot dan lain sebagainya. Jika kita melaksanakan pembelajaran secara tatap muka media-media tersebut dapat digunakan sebagai salah satu media pendukung dalam memberikan materi kepada siswa agar lebih menarik. Akan tetapi jika pembelajaran di lakukan dari jarak jauh media tersebut merupakan salah satu media yang harus Bapak/Ibu gunakan dalam  pembelajaran. Selain simple, user friendly dan gratis tanpa bayar, siswa bisa mendapatkan materi dengan sekali klik saja melalui link yang dibagikan oleh guru.

5. Summative tools

Kriteria terakhir yang harus Bapak/Ibu guru pikirkan adalah summative tools atau media tes yang akan digunakan jika Bapak/Ibu akan melaksanakan ujian. Ada  nuansa yang berbeda jika Bapak/Ibu memberikan ujian dengan menggunakan teknologi dibandingkan dengan cara konvensional seperti menggunakan kertas. Selain tidak menarik peluang untuk bekerjasama dan menyontek lebih besar di bandingkan menggunakan  Computer Base Test (CBT) di mana soal bisa diacak serta pengaturan waktu pengerjaan soal.

Apalagi jika pembelajaran di lakukan dari rumah CBT ini adalah salah satu hal yang wajib Bapak/Ibu laksanakan. Banyak sekali summative tools yang mudah, menarik dan menyenangkan bagi siswa seperti: quizzes, kahoot, wheel of names dan sebagainya. 

Belajar sambil bermain serta mengetahui posisi nilai yang kejar-kejaran akan menambah semangat bagi peserta didik dan menjadi pengalaman baru yang menyenangkan bagi mereka.

         Itulah 5 kriteria minimal yang harus Bapak/Ibu guru kuasai agar peranan teknologi dalam pembelajaran laring dan luring semakin menarik dan menyenangkan. Ketika Bapak/Ibu guru telah memiliki 5 kriteria tersebut maka Bapak/Ibu akan lebih leluasa untuk mengeksplore kegiatan belajar-mengajar baik itu secara daring maupun luring. Sehingga memberikan dampak positif, siswa semakin antusias dan semangat dalam  belajar.

Akan tetapi jika Bapak/Ibu tidak memiliki 5 kriteria di atas maka pembelajaran daring maupun luring akan sangat membosankan jika hanya mengandalkan buku paket dalam memberi tugas ataupun hanya memberikan materi dalam bentuk MS.Word atau PDF melalui WA yang menambah kejenuhan siswa dalam mengikuti pembelajaran. Hal tersebut tidaklah salah akan tetapi akan lebih baik lagi jika Bapak/Ibu guru memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran selain siswa senang, guru tenang dan orang tua menjadi bahagia jika anaknya lebih semangat dalam belajar.

 F. Jadilah Guru Pembelajar

Bagaimana caranya agar menjadi guru  yang bisa memanfaatkan teknologi terkini dalam pembelajaran kuncinya Bapak/Ibu harus menjadi guru pembelajar yaitu long life education belajar sepanjang hayat. Banyak jalan menuju Roma jika Bapak/Ibu terbiasa menggunakan tutorial maka Bapak/Ibu bisa mencari di youtube, jika tidak Bapak/Ibu bisa bertanya dengan rekan kerja yang sudah terbiasa menggunakan teknologi. Selain itu rajin-rajinlah bergabung di workshop/webinar yang memberikan pelatihan penggunaan media pembelajaran terkini. Dengan mengikuti webinar serta bergabung di komunitas guru berbagi ataupun sejenisnya semangat Bapak/Ibu akan tumbuh melihat rekan-rekan guru yang semangat berbagi dan semangat belajar.

            Itulah yang saya lakukan terlebih di masa pandemi ini, sebagai manusia biasa walaupun saya mengajar pelajaran Informatika yang berkaitan dengan IT, jika tidak bergabung di komunitas saya kurang bersemangat, tidak memiliki motivasi untuk mengikuti teknologi terbaru. Sangat berbeda ketika saya sering mengikuti webinar atau bergabung di group yang selalu berbagi terkhusus mengenai tools pembelajaran terkini yang mereka gunakan dalam pembelajaran, membuat saya juga ingin melakukan hal yang sama.

 Pengalaman saya menggunakan beberapa tools pembelajaran dan bergabung di komunitas belajar menulis melalui blog membuat saya mendapatkan kesempatan untuk mengisi materi pelatihan  untuk rekan-rekan guru di sekolah. Materi pelatihan yang saya berikan adalah cara membuat dan menggunakan blog, google classroom dan google form yaitu keterampilan minimal agar Bapak/Ibu guru dapat menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh.



Kegiatan Pelatihan Blog Untuk Guru Internal Sekolah

Dari pelatihan tersebut akhirnya rekan kerja saya memiliki motivasi menggunakan teknologi seperti bloggoogle classroom dan beberapa aplikasi lain yang menunjang dalam pembelajaran. Ala bisa karena terbiasa kini Bapak/Ibu guru sekolah kami mulai menggunakan teknologi terkini dalam pembelajaran di masa pandemi.



PROFIL PENULIS

Terlahir dengan nama Rita Wati  pada tanggal 24 September 1982. Anak bungsu dari 11 bersaudara  ini memiliki hobi membaca terkhusus buku-buku cerita sejak kecil. Penulis berprofesi sebagai  guru di SMP Negeri 2 Mendoyo Kabupaten Jembrana Provinsi Bali. Selain mengajar juga sebagai Operator Sekolah. Menamatkan pendidikan dasar dan menengah di Tanjung Pinang dan kuliah di Yogyakarta. Motto hidup penulis adalah Belajar sepanjang hayat. Saat ini Penulis menekuni dunia literasi dan blog dengan bergabung di Komunitas Belajar Menulis bersama Om Jay, AISEI Writing Club bersama Dr. Capri Anjaya dan Komunitas Sejuta Guru Ngeblog.

 

 #PGRI #KOGTIK #EPSON #KSGN https://www.gurupenggerakindonesia.com/