SECRET OF ADMIRER

 



PART 1






    Sejak sekolah Bunga tidak pernah memikirkan yang namanya pacaran, baginya pacaran adalah hal yang tidak bermanfaat. Hingga kuliah ia pun tetap konsisten pada pendiriannya. Bergabung di kos-kosan yang semangat mempelajari ajaran agama membuat Bunga semakin mantap pada ketetapannya. 

Walaupun demikian dia tetap aktif dalam organisasi kemasyarakatan terutama di bidang pendidikan dan kepemudaan. Aktif berbagai kegiatan membuat Bunga dan teman-teman kos nya sering tampil di kegiatan keagamaan khususnya sebagai panitia acara.

Hampir setiap kegiatan Bunga ditunjuk sebagai bendahara ataupun sekretaris, alasan nya karena pada saat itu Bunga memiliki komputer sehingga lebih mudah untuk membuat berbagai undangan serta keperluan administrasi lainnya.

Bungalah tidaklah cantik, ia biasa saja kulitnya sawo matang kebanyakan kulit wanita Indonesia pada umumnya. Untuk kesan pertama orang yang melihatnya ya biasa saja. Hal itu juga yang membuatnya semakin tidak kepikiran tentang pacaran. Memang yang paling susah menjaga sikap adalah jika memiliki paras ayu, semua mata banyak tertuju pada yang terlihat good looking sehingga godaan-godaan datang kepada mereka yang diberikan Allah paras nan rupawan. Jika tidak bisa menjaga hati dan sikap, ia akan mudah sekali terkena rayuan maut pria-pria hidung zebra.

Memiliki wajah yang pas-pasan membuat Bunga tidak pernah berpikiran yang aneh-aneh. Berbeda dengan teman-teman kosnya, memiliki wajah manis dan cantik, wajar saja hampir tiap hari mereka selalu mendapat salam dari para penggemar ataupun yang menaruh hati pada mereka.

Hal itu tidak pernah diambil pusing olehnya, walaupun ada seorang temannya yang merasa memiliki paras tidak cantik dan tidak pernah mendapatkan salam dari siapapun tapi ia selalu memikirkannya. Bunga sering menasehatinya jangan terlalu memikirkan hal yang tidak bermanfaat, toh jodoh sudah ditentukan oleh Sang Pencipta.

Sibuk dengan berbagai aktivitas membuat Bunga tidak pernah memikirkan hal tersebut. Apalagi teman-teman kosnya adalah orang-orang yang faham dengan agama. Keaktifan Bunga bersama teman kosnya membuat mereka selalu saja diundang acara rapat dalam kegiatan masayarakat. Masih teringat oleh Bunga bagaimana ia pertama kali diajak untuk bergabung di organisasi tersebut. Ia langsung ditunjuk menjadi sekretaris padahal ia belum mengerti sama sekali.

Di tahun pertama ketika Bunga bergabung, Bunga selalu dibantu oleh ketua organisasi yang bernama Rudi. Sebagai orang baru Rudi memahami kebingungan Bunga, sehingga hampir semua administrasi seperti undangan rapat, Surat Keputusan dan lain-lainnya di buat oleh Rudi. Sehingga Rudi hanya menyerahkan kepada Bunga sudah dalam bentuk print out yang akan disebarkan ke sesama anggota, itu pun terkadang di bantu kembali oleh Rudi.

Bunga merasa sangat santai sekali karena tidak banyak diberi tugas oleh Rudi. Ketika rapat pun Rudi yang membuka karena ia tahu Bunga masih baru, sehingga Rudi banyak mengambil peran. Memang ketika pertama kali menginjak ke tempat organisasi itu orang yang pertama kali Bunga ketemu adalah Rudi.

Rudi orangnya memang sangat arif, di usianya yang begitu muda membuat kearifannya melampaui umurnya ditambah lagi suaranya yang merdu melantunkan ayat suci Al-Qur’an membuat kharismanya semakin bertambah. 

Di Kos-kosan hanya Bunga yang tidak pernah bercerita tentang cowok, baginya hal itu bukanlah sesuatu yang menarik. Berbeda dengan Wita dan Nina hampir setiap hari ia mengobrol tentang kriteria suami yang mereka idamkan. Wita dan Nina akhirnya pun sering menggoda Bunga karena hanya dialah yang tidak pernah bicara tentang cowok idamannya. Akhirnyapun mereka menggoda Bunga dengan menjodohkannya dengan Rudi.

“Sepertinya kalau Bunga sama Rudi cocok banget ya! Sama-sama soleh, sama-sama pinter” sahut Wita. 
Mendengar perkataan Wita membuat semangat Nina. 

“Iya benar, mereka cocok banget!” 
 Bunga tetap tidak tergoyahkan ia tersenyum dan bahkan menimpali perkataan Wita.
“Kamu salah, yang cocok itu sama kamu!” 
“Ya, nggak lah aku kan nggak pinter, gak cocok,” balas Wita
“Justru cocok, karena saling melengkapi, ei tau nggak dewasa banget dia, jika sama kamu Wit, pasti kalian akan hidup bahagia!” Bunga membalas dengan semangat.
Wita mengernyitkan dahi sambil mencibir.
 “Kok susah banget sih…godain Bunga, kita jodohin dia, malah dia yang jodohin kita

Posting Komentar

3 Komentar

  1. Bunga Dan Rudi nih... Heheh
    Seru

    BalasHapus
  2. Ditunggu kelanjutan ceritanya...pasti seru

    BalasHapus
  3. Asyiik cerbung... aku suka, apalagi tulisan bu Rita renyah begini...

    BalasHapus