/> Apes

Apes

 


Tidak semua hal  mudah dimengerti,
 ada kalanya butuh ekstra penjelasan
-Uknown-

H

ari ini keponakan Tiara datang berlibur ke rumah. Umurnya masih 4 tahun namanya Joni. Berkulit putih dan berambut pirang membuat ponakannya terlihat seperti anak bule.

Joni berjalan menuju teras rumah. Tiara disuruh kakaknya untuk menemani Joni bermain. Sesampai di teras Joni bertemu dengan anak seumurannya yaitu Joko anak tetangga rumah.

Saat itu Joko sedang memegang mobil-mobilan. Joni mendekati Joko karena tertarik dengan mobil-mobilan yang dipegang teman barunya.

Tingkah anak balita memang menggemaskan. Tiba-tiba Joni mengambil mainan Joko. Joko tidak menerima jika mainannya diambil oleh Joni. Joko mempertahankan mainannya sehingga terjadilah tarik menarik demi mainan tersebut.

Akhirnya Joko terjatuh dan menangis. Joko tidak terima kemudian ia memukul Joni dengan mainan mobil tersebut, akhirnya Joni pun menangis ketika Joko hendak memukul kedua kalinya Tiara melihat kemudian menghampiri kedua bocil itu.

Tiara menahan Joko agar tidak memukul Joni. Tiara pun memegang lengan Joko. Terlihat ekspresi Joko seperti mengaba-aba ingin menagis sekencang-kencangnya. Benar saja ketika ibu Joko datang Tiara masih memegang tangan Joko. Ketika Joko mendengar suara ibunya ia pun menangis sekencang-kencangnya.

Melihat tangan anaknya dipegang dan berteriak menangis membuat ibu Joko tidak terima, ia beranggapan jika Tiara sudah mencubit dan memukul anaknya sehingga anaknya kesakitan.

“Ei... Tiara kamu tu udah besar, masak anak kecil kamu cubit sampai seperti itu!” gumam ibu Joko dengan nada sinis tidak terima dengan perlakuan Tiara kepada anaknya.

“Nggak, Tiara nggak cubit, tadi....,”

Belum selesai Tiara menjelaskan ibu Joko menghardik untuk kedua kali.

“Sudah salah, masih membantah. Jelas-jelas aku lihat dengan mata kepalaku sendiri kamu mencubit anakku!” Emosi ibu Joko makin meledak sehingga nenek Joko pun ikut keluar.

Ibu Joko menjelaskan peristiwa seperti apa yang ia duga kepada ibunya. Bertambah sinislah keluarga itu pada Tiara.

Tiara mengajak Joni masuk ke dalam rumah. Dalam pikirannya mengapa orang dewasa seringnya menyalahkan tanpa menerima penjelasan terlebih dahulu. Tiara merasa kesal ia dianggap telah mencubit Joko hingga kesakitan.

***

          Tiara sedang bermain di rumah Eli. Saat itu ibu Eli sedang kedatangan tamu seorang ibu dengan bayi usia sekitar 5 bulan. Setibanya di rumah Eli, si ibu bayi kebelet hendak kebelakang.

          Ia pun meletakkan bayinya di lantai dengan alas tempat tidur tipis bayi. Sesaat ditinggal ibu si bayi terbangun dan menangis. Tiara yang melihat ingin menenangkannya agar tidak menangis. Ia pun menepuk-nepuk pelan paha si bayi tapi, tidak kunjung berhenti menangis. Akhirnya ia berkeinginan untuk menggendong si bayi. Baru saja ia pegang kepala si bayi dan baru terangkat sekitar 5 cm si ibu bayi datang membuat  Tiara gegau sehingga ia melepaskan tangannya.

          Si bayi menangis kencang sepertinya karena kaget, tapi si ibu bayi tidak menerima ia beranggapan jika Tiara sudah menghentak kepala anaknya. Lagi-lagi Tiara disalahkan tanpa menerima penjelasan darinya. Tiara pun akhirnya menyesali diri sendiri karena niat baiknya berubah menjadi kesalahpahaman.

 

Jembrana, 19 Februari 2021

Naskah Lomba Hari ke-19

NPA : 22010300468

Posting Komentar

6 Komentar

  1. Waduh kok jadi kacau ya?? Padahal niatnya baik. Ternyata tidak semua niat baik kita bisa diterima oleh orang lain. Semoga Tiara nggak apes lagi.

    BalasHapus
  2. Kasihan Tiara selalu dianggap salah...Eh mana logat padangnyo indak ado uni?

    BalasHapus