/> Menyesal

Menyesal

 

 "Setiap penyesalan adalah pengalaman dan pengalaman akan membawa kita pada kebijaksanaan." -Uknown-
          

        “Tir, ayo keluar, waktunya sudah habis,” ajak Dina.

          Tiara masih belum beranjak dari tempat duduknya.

          Seperti biasa menjelang Ujian Akhir SMK, Tiara dan teman-temannya sepulang sekolah mengikuti kursus komputer Ms.Office. Sekolah bekerjasama dengan lembaga kursus untuk memberikan pelatihan komputer kepada siswa agar siswa mampu mengikuti Ujian Praktik dengan lancar saat ujian nanti.

Saat itu materi dalam kursusnya adalah Ms.Excel tentang logika if bertingkat, Hlookup dan Vlookup. Ini adalah pertemuan terakhir. Minggu depan mereka sudah ujian untuk mendapatkan sertifikat.

          “Ayo Tir, kita pulang, waktunya sudah habis,” Dina mengingatkan Tiara kembali.

          “Nggak ah, aku mau ikut lagi kelas berikutnya,” jawab Tiara.

          “Ya sudah, aku keluar dulu ya!” Dina, Yuni, Yanti, Citra sudah meninggalkan ruangan. Tinggal Tiara sendiri yang berada di ruangan ber AC seluas 4x6 meter per segi.

          “Mas, saya bisa ikut kelas berikutnya?” Ucap Tiara kepada instruktur.

          “Ya, silakan jika masih mau belajar,” jawab Mas Dimas sebagai instruktur Ms. Excel di lembaga kursus tersebut.

          Hari itu Tiara merasa masih belum mengerti dengan soal latihan yang diberikan. Rasa ingin tahu agar lebih mengerti membuatnya masih ingin mengikuti kelas berikutnya. Padahal ia sudah 2 jam belajar.

          Peserta kursus gelombang berikutnya telah masuk. Mas Dimas menerangkan materi yang sama persis seperti kelas Tiara bersama teman-temannya. Tiara memperhatikan dengan seksama. Tiara menjadi lebih paham dan mengerti tentang penggunaan rumus logika If bertingkat, Vlookup dan Hlookup. Saat itu Tiara senang akhirnya mengerti dan lebih paham tentang materi yang diajarkan instruktur.

          Tapi. kebahagiaannya menjadi sirna ketika ia keluar dari tempat kursus suasana di luar sudah gelap. Tiara tidak sadar ketika ia masuk tadi mulai dari pukul 14.00, seharusnya pukul 16.00 ia telah keluar, karena bergabung di kelas berikutnya ia keluar pukul 18.00. Tiara belum salat Ashar. Waktu sudah menjelang Maghrib.

***

           “Tir, enak ya kamu ikut kelas berikutnya,” ucap Dina kepada Tiara ketika Tiara baru tiba di sekolah.

          Tiara hanya tersenyum tipis. Semua tidak seperti yang teman-teman kira.

          “Wah, ujian minggu depan pasti deh kamu bisa, padahal aku juga belum ngerti loh,” ujar Dina.

          “Nanti aku bantu jelasin deh,” jawab Tiara.

          Waktu ujian tiba. Hari ini yang membagikan soal di kursus bukan Mas Dimas. Tetapi instruktur lainnya. Mereka di rolling untuk mengawasi ujian bukan dari peserta yang mereka ajar.

          Tiara melihat soal, tidak ada yang ia khawatirkan. Hanya cukup waktu 15 menit Tiara bisa menyelesaikan soal Ms. Excel tersebut.

          Tapi tidak seperti Dina dan teman-teman lainnya. Terlihat dari roman mereka yang kebingungan.

          Tiara keluar terlebih dahulu, hatinya masih gundah. Masih teringat dengan kejadian minggu lalu, hanya ingin menambah ilmu ia lupa dengan kewajibannya sebagai umat Islam untuk selalu mendirikan salat 5 waktu dalam keadaan apapun.

          Ujian selesai, artinya mereka  hanya tinggal menunggu sertifikat  keluar dari lembaga kursus sebagai bukti bahwa mereka telah mengikuti kursus dan dinyatakan mampu menggunakan aplikasi Ms.Office tersebut.

***

          Tanggal 10 April 2001, Tiara dan teman-temannya mengunjungi lembaga kursus untuk mengambil sertifikat.

“Tir, gimana nilaimu pasti bagus-bagus ya?” Tanya Dina.

“Biasa aja,” jawab Tiara.

          Tiara membuka amplop berwarna coklat yang tertera stempel lembaga kursus  di rumahnya. Ia perhatikan semua angka yang ia peroleh pada sertifikatnya begitu sempurna dan tertulis Amat Baik. Akan tetapi ia tidak bahagia dengan nilai itu, justru ada penyesalan dari dirinya.

***

        Enam Bulan kemudian Tiara telah lulus dari SMK. 

          “Mbak, bisa Ms.Excel,” ucap manager keuangan swalayan tempat Tiara melamar pekerjaan.

          “Bisa Pak,” 

          “Pernah kursus MS.Excel?”

          “Pernah Pak,”

          “Bisa lihat sertifikatnya,”

          “Maaf Pak, saya tidak memiliki sertifikat Ms.Excel,” jawab Tiara.

          “Terimakasih, nanti ditunggu panggilan berikutnya ya,” jawab manager dengan lugas.

***

        Dua minggu kemudian Tiara mengunjungi swalayan tempat ia melamar pekerjaan. Tiara ingin membeli handbody dan parfum. Saat mengantri di meja kasir Tiara bertemu Dina teman SMKnya.

          “Tir, apa kabar?” Sapa Dina di depan meja kasir.

          “Alhamdulillah, baik Din,kamu kerja di sini sekarang.”

       “Ia Din, alhamdulillah aku diterima, baru seminggu lalu aku kerja.”

          “Wah, selamat ya, semoga betah kerja di sini ya Din!” jawab Tiara sambil membawa belanjaannya dari meja kasir Dina.

   

Jembrana, 10 Februari 2021    

Naskah Lomba Hari ke-10

NPA: 22010300468

   

 

 

 

Posting Komentar

0 Komentar