/> Pedar

Pedar

          


   "Orang yang tidak sabar akan menunggu dua kali." 

-Mack McGinnis-


     

S

udah 3 tahun Rini pindah rumah dan selama itu juga rumahnya kosong. Suatu pagi Tiara melihat ada orang yang berseragam ABRI bersama wanita yang sedang hamil besar membawa koper dan masuk ke dalam rumah Rini. Rupanya  rumah Rini sekarang ada yang mengontrak.

          Alunan seruling dan lagu jaipong setiap hari terdengar dari rumah tetangganya yang baru. Pak Abdi dan istrinya Bu Imas sangat ramah setiap hari ketika Tiara melintasi rumahnya ketika berangkat sekolah selalu disapanya.

          “Berangkat sekolah Dek?” ucap Bu Imas.

          “Iya Bu." 

        "Nanti kalau sudah pulang sekolah, boleh atuh main ke rumah Teteh. Ow ya panggil saja saya Teh Imas ya!”

          Tiara tersenyum, karena menurutnya sangat janggal jika anak kecil bermain di rumah orang dewasa yang tidak ada anak kecilnya.

          Benar saja ketika pulang sekolah ternyata Susi kakak Tiara sudah berada di rumah Teh Imas. Susi adalah Kakak Tiara No 6, sebelumnya ia tinggal bersama kakak sulung mereka sejak kelas 2 SD. Akan tetapi sejak kelas 5 SD ia ingin tinggal bersama orang tuanya kembali. Sejak Susi kembali ke rumah Tiara selalu saja membuntutinya.

          Biasanya ia hanya main sendiri atau dengan tetangga. Sekarang ia merasa sudah mendapatkan teman main saudaranya sendiri yang terpaut usia hanya satu setengah tahun. Tiara menyusul Susi ternyata ia sedang bermain gamebot tetris (menyusun bata). Tiara pun menghampirinya.

        Saat itu gamebot adalah mainan populer di era 90 an dan walaupun menjadi permainan populer, orang tua Tiara tidak pernah membelikan gambot untuk putra-putrinya. Melihat Susi bermain, Tiara juga ingin.

          “Pinjam dong,” ucap Tiara.

          “Tunggu sampai game over,” ucap Susi.

        Tiara menunggu saudaranya selesai bermain ternyata Susi bermain sangat lincah hingga tidak pernah mati hingga level 10. Tiara pun kesal menunggunya, sudah hampir 2 jam. Susi baru menyerahkan gamebot tersebut kepada Tiara.

          “Nih, main lah,” Susi menyerahkan gamebot kepada Tiara sambil berdiri dan pulang.

          Melihat Susi pulang Tiara juga sungkan jika sendirian akhirnya ia pun ikut pulang ke rumah.

          Hari-hari berikutnya juga sama. Tiara menunggu lama Susi bermain.  Bosan menunggu ia pun memohon kepada saudaranya.

          “Aku duluan dong, masak kamu terus sih,” ucap Tiara dengan memaksa.

          “Nih...!”

          Baru saja Tiara mulai bermain ada tamu Teh Imas yang sedang berkunjung ke rumahnya. Susi segera pamit pulang. Tiara baru saja ingin memulai bermain akhirnya ia pun menyusul Susi pulang padahal ia belum sempat bermain.

          Keesokan hari, Tiara tidak ingin kedahuluan Susi, sepulang sekolah ia buru-buru ke rumah Teh Imas.

          “Assalamualaikum,”

          “Walaikumsalam,”

          Tiara masuk ke dalam rumah Teh Imas akan tetapi ketika masuk ke dalam rumah  ia tidak melihat gamebot yang biasa terletak di atas meja. Tira sungkan untuk menanyakan gamebot kepada Teh Imas. Memang Tiara dikenal sangat pemalu berbeda dengan Susi saudaranya.

          “Cari siapa Tiara?” Teh Imas bertanya kepada Tiara yang terlihat kebingungan seperti mencari sesuatu.

          Tiara sebenarnya ingin bermain gambot tapi ia sungkan untuk mengatakan keinginannya.

          “Mau cari Susi Teh,” jawabnya.

          “Oh dari tadi belum ke sini.”

          “Ya udah Teh, Tiara cari ke tempat lain.”

          Hari itu pun Tiara tidak berhasil bermain gamebot.

          Hari terus berlalu Tiara masih pegal hati dengan permainan gamebot. Sore itu terlihat Susi berjalan menuju ke rumah Teh Imas, Tiara berlari mengikutnya.

          “Ngapain sih ikut-ikut,” Susi menggumam.

          “Aku dulu ya main gamenya, aku belum pernah main.” Tiara memohon kepada Susi. Akhirnya Susi pun menyetujui.

       Tiara mendapat kesempatan bermain terlebih dahulu gamebot tetris tersebut. Mendapatkan kesempatan pertama kali ia pun sangat girang berarti Susi akan tetap menunggunya. 

     Tiara  pun menekan tombol power gambot tetris tersebut akan tetapi gamebot terlihat redup dan  tidak mau menyala. Berulang-ulang Tiara menekan tombol power tetap tidak menyala.

          “Maaf ya Susi  danTiara baterainya lagi habis...” ucap Teh Imas yang melihat ekspresi Tiara kebingungan karena gamebot tidak menyala.

          Susi dan Tiara akhirnya pamit kepada teh Imas. Tiara pulang ke rumah dengan sejuta pedar karena belum pernah bermain gamebot tetris.

         

Jembrana, 20 Februari 2021,

Naskah Lomba Hari Ke-20

NPA : 22010300468

Posting Komentar

0 Komentar